Mengenal Lebih Dekat "Scrum Methodology"

Scrum Logo
BlogIndonesia - Apa itu Metodologi Scrum? Metodologi Scrum (Scrum Methodology) merupakan sebuah kerangka kerja untuk mengembangkan sebuah produk yang kompleks, di mana visi dari Scrum adalah produk yang bernilai tinggi secara kreativitas maupun produktivitas.

Bagi banyak pengembang industri perangkat lunak, Metodologi Agile bukanlah sesuatu yang baru. Metode ini adalah jawaban langsung atas paradigma manajemen proyek tradisional yang dominan pada masanya, yaitu Metode Waterfall. Pada tahun 2001, 17 pioner dari metodologi Agile bertemu di Snowbird Ski Resort - Utah, dan menyusun sebuah manifesto bersama mengenai metodologi ini. Manifesto ini kemudian menjadi prinsip dasar dari Agile, dengan penekanan pada komunikasi dan kolaborasi, fungsi perangkat lunak, dan fleksibilitas untuk beradaptasi dengan realitas bisnis yang muncul. Tetapi dari manifesto tersebut, tidak dinyatakan mengenai proses yang konkret, bagaimana saat tim pengembang harus bertemu dengan 3 persoalan yang pasti muncul: deadline, stakeholder, dan tekanan dalam proses development.

Scrum Tagline

Muncullah subset-subset dari metodologi Agile, antara lain: Crystal Clear, Extreme Programming, Feature Driven Development, Dynamic Systems Development Method (DSDM), Scrum, dan lainnya. Jadi, Scrum merupakan salah satu subset dari metodologi Agile.

Tim pengembangan yang menerapkan Scrum, membagi dirinya dengan 3 peran:
  1. Product Owner
  2. Scrum Master
  3. Tim Pengembang
Cara Kerja SCRUM:
Scrum adalah sebuah kerangka kerja yang dilakukan secara berulang-ulang hingga memenuhi kondisi:
  1. Mencapai batas deadline yang telah disepakati
  2. Produk yang sedang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan yang diinginkan
  3. Hingga proyek tidak didanai lagi
Scrum Process

1. Sprint
Perulangan atau iterasi pada Scrum memiliki batas waktu (time-box) selama 30 hari atau kurang. Dalam Scrum, putaran ini disebut Sprint. Sprint selalu sama dan konsisten sepanjang pengembangan produk. Apabila Tim Scrum memilih durasi Sprint selama 2 minggu, maka sepanjang pengembangan produk, panjang sebuah Sprint selalu konstan 2 minggu. Di akhir Sprint, Tim Pengembang harus menyelesaikan sebuah potongan produk (product increment) yang dapat digunakan oleh pengguna dan berpotensi untuk dirilis ke lingkungan produksi.

2. Event
Sprint merupakan pembungkus untuk semua event lain dalam Scrum. Event Scrum antara lain adalah:

A. Sprint Planning
Adalah kegiatan untuk merencanakan pekerjaan yang akan dilakukan oleh Tim Pengembang selama satu Sprint. Pada saat Sprint Planning dilakukan, Product Owner akan datang dengan Product Backlog yang sudah disusun berurutan. Sprint Planning terbagi dua bagian: 1. Bagian pertama membahas Product Backlog Item yang sudah terurut. 2. Bagian kedua membahas bagaimana mengerjakannya. Hasil dari Sprint Planning adalah Sprint Backlog dan Sprint Goal.

B. Daily Scrum Meeting
Setiap hari saat sebuah Sprint berakhir, Tim Pengembang akan mengadakan pertemuan untuk membahas strategi mereka untuk mencapai tujuan obyektif yang telah disepakati dalam Sprint Planning. Daily Scrum Meeting adalah sebuah kesempatan bagi Tim Pengembang untuk dapat menginspeksi dan mengadaptasikan hasil pekerjaan mereka hingga hari ini. Tim pengembang yang baru mulai menggunakan Scrum akan menjawab tiga pertanyaan berikut:
  • Apa yant telah saya kontribusikan kemarin
  • Apa yang akan saya kontribusikan hari ini
  • Apa yang menghambat saya untuk menyelesaikan pekerjaan saya hingga hari ini.

Scrum Daily

C. Sprint Review
Di akhir Sprint, Tim Pengembang bersama Product Owner dan stakeholder akan me-review potongan produk (product increment) yang telah dikembangkan dalam satu Sprint. Pada saat Sprint Review, seluruh pihak juga membahas perencanaan dan strategi untuk Sprint berikutnya.

D. Sprint Retrospectives
Setelah Sprint Review berakhir, Tim Scrum akan langsung mengadakan pertemuan untuk membahas apa lagi yang dapat di-improve pada Sprint berikutnya. Kegiatan ini disebut Sprint Retrospectives. Ini adalah sebuah media continuous improvement bagi tim Scrum. Tim Scrum yang selalu ingin improve, tidak akan melewatkan seremoni tanpa terkecuali. Setelah Retrospectives selesai, Tim Scrum akan langsung melakukan Sprint Planning di keesokan harinya.


Keunggulan SCRUM
  • Mudah menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi pada realitas bisnis dengan cepat
  • Tim yang besar dipecah menjadi tim-tim kecil yang disebut Tim Scrum, sehingga memperlancar komunikasi, mengurangi biaya, dan saling memberdayakan satu sama lain
  • Dokumentasi dan pengujian selama proses pengembangan dilakukan secara terus menerus
  • Proses Scrum dapat menyatakan bahwa suatu proses pengembangan “sudah selesai” kapan saja

Kelemahan SCRUM
Tim Pengembang dengan Scrum harus bersedia dan selalu siap untuk menerima perubahan yang terjadi di dalam proses pengembangan.

Tipe Proyek SCRUM
Scrum direkomendasikan untuk tipe proyek yang tidak berorientasi pada deadline, dengan target produk yang kreatif dan berkualitas tinggi. Karena fokus Scrum adalah pada proses, dengan iteratif dan target per Sprint, diharapkan setiap potongan produk, akan menjadi lebih baik dari Sprint sebelumnya. 
(Vinno Christmantara. 2013.)

Oiya untuk di Indonesia sendiri, Metodologi Scrum secara umum di inisiatori Oleh Joshua Partogi dalam Komunitas Scrum Indonesia dan juga dalam Pergerakan Scrum di Indonesia.


Post a Comment
Thanks for your comment