Hukum Menjalin Jari-jemari (Tasybik)

Tasybik
BlogIndonesia - Banyak diantara kita yang belum mengetahui hukum dari menjalin jari-jemari kita disaat menunggu shalat. Menjalin jari-jemari terlarang dilakukan sebelum shalat, yaitu ketika menunggu shalat. Sebagaimana hadits:

إذا كان أحدكم يصلي فلا يشبكن بين أصابعه

“jika salah seorang dari kalian shalat, maka janganlah menjalin jari-jemarinya”

karena orang yang menunggu shalat itu sebagaimana orang yang shalat.

Ijma para fuqaha menyebutkan bahwa menjalin jari jemari didalam shalat adalah makruh berdasarkan apa yang diriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Ajrah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seseorang tengah menjalin jari jemarinya saat (menanti) shalat lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melepaskan (jalinan) jari jemarinya itu.”

Ibnu Umar ketika melihat seseorang tengah shalat dengan menjalin jari jemarinya maka mengatakan, ”Itu adalah shalat orang-orang yang dimurkai.”

Apa yang diriwayatkan dari Abu Said al Khudriy bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Apabila salah seorang dari kalian berada di masjid maka janganlah dia menjalinkan (jari-jemari), sesungguhnya menjalinkan (jari-jemari itu) adalah dari setan dan sesungguhnya salah seorang dari kalian senantiasa berada di dalam shalat selama dia berada di masjid hingga dia keluar darinya.”

Dari Ka’ab bin ‘Ajrah berkata, Aku mendengar Rasulullah saw bersabda, ”Apabila salah seorang dari kalian telah berwudhu lalu dia keluar secara sengaja menuju masjid maka janganlah dia menjalinkan jari jemarinya, sesungguhnya dia berada didalam shalat.”

Hikmah:

Terjadi perbedaan didalam larangan tentang menjalin jari jemari di masjid. Ada yang mengatakan, ”Sesungguhnya larangan itu karena didalamnya terdapat perbuatan main-main.” Ada yang mengatakan, ”Karena didalamnya terdapat penyerupaan (perbuatan) setan.” Ada yang mengatakan, ”Karena adanya isyarat setan di dalam perbuatan itu.”

Didalam Hasyiyah ath Thahawi ‘ala Maroqi al Falah, ”Hikmah larangan dari menjalin jari jemari adalah bahwa perbuatan itu berasal dari setan, dapat menyebabkan tidur dan tidur diantara posisi yang bisa menyebabkan hadats, serta peringatan didalam hadits Ibnu Umar terhadap seorang yang tengah shalat sedangkan ia menjalin jari jemarinya bahwa itu adalah shalatnya orang-orang yang dimurkai maka ia pun tidak menyukainya karena itu termasuk didalam hukum shalat sehingga tidak terjadi apa yang dilarangnya itu.

Wallahu A’lam..
Sekian khazanah islam yang dapat Admin sampaikan, Terima Kasih.




Sumber: Fatawa Munawwa’ah Syaikh Abdul Aziz Ar Rajihi, 6/24, Asy Syamilah

Post a Comment
Thanks for your comment